Saya menikah di tahun 2018, bertepatan dengan usaha yang saya rintis sedang lesu – lesunya. alhasil setelah menikah saya menganggur hampir 4 bulan karena usaha konveksi yang saya jalankan mendadak sepi pelanggan. cap kepala keluarga yang tidak bertanggung jawab pun terlintas di pikiran. saya juga ga tau, kenapa tiba – tiba sepi seperti ini, padahal sebelum – sebelumnya itu selalu ada orderan yang masuk. teman – teman konveksi pun juga merasakan hal yang sama, pasar memang sedang lesu.
akhirnya saya menyerah. setelah berdikusi dengan istri, saya pun memutuskan untuk bekerja. setelah menunggu 3 bulan untuk melamar sana – sini (melamar pekerjaan), akhirnya saya diterima di perusahaan teknik yang bergerak di bidang spare part industri. background sarjana hukum dan juga mantan pengusaha konveksi pun tidak banyak membantu dalam bidang yang baru ini. berbekal kepepet karena dompet yang kosong, saya pun mantap menjadi sales di perusahaan tersebut.
saya masih ingat rasanya, bagaimana menjadi seseorang yang paling bodoh dalam sebuah pekerjaan. ga tau apa – apa tentang mekanikal, di remehkan teman kerja, target yang saya rasa terlalu tinggi. tapi berbekal keyakinan, saya maju dan terus berusaha dengan cara yang saya bisa.
ngomong -ngomong dengan target yang tinggi tadi, tentu seorang sales pastilah mengandalkan komisi untuk mendapatkan uang lebih tiap bulannya. nah masalahnya, saya bingung bagaimana cara mencapai target yang menjadi beban saya tiap bulan ini. apalagi sebelum saya, target akun saya memang sudah tinggi dan target ga bisa turun. perusahaan juga ga mau tau, ga ada keringanan untuk sales baru. akhirnya ya saya pasrah menerima takdir ini, dan menjalani semua.
setelah selesai training, saya diikat menjadi pegawai tetap. saya ga habis pikir, apa yang membuat perusahaan mem-pegawai tetapkan saya. cara ngomong saya masih berantakan, belum tau seluk beluk memasarkan barang bagaimana. cuman saya memang pandai berstrategi, dan berintegritas. hehehe
8 bulan lamanya saya jalani dengan hanya menerima pokok dari gaji, alias belum pernah nyampe target sama sekali. dan itu tentu menjadi beban tersendiri.
tapi entah suatu ketika, saya berhasil menjual sebuah barang yang bernilai 250 juta! barang itu sebuah gearbox / reducer (teman – teman mekanik pasti tau). dan gearbox itu baru bisa di kirim ketika saya 9 bulan bekerja di perusahaan ini. alhasil achieve – lah saya. dan ga sampe disitu, orderan saya tetiba ramai sekali, dan bulan berikutnya saya achieve lagi. belum lagi konveksi yang saya jalankan sebagai side job, juga lumayan banyak orderan (walaupun beberapa saya tawaran order saya tolak karena bingung bagi waktu antara kerja dan side job ini). alhasil pendapatan saya lumayan dan bisa buat di tabung.
ada yang bisa tebak kenapa rejeki saya tiba – tiba deras sekali dan saya juga sama skali ga menduganya? karena dalam waktu dekat, istri saya akan melahirkan. saya merasa di bantu sekali oleh Tuhan dalam hal ini. tabungan kami jadi lumayan bertambah, sehingga kami bisa membeli peralatan bayi sendiri. mengadakan sendiri 7 bulanan untuk bayi kami, dan juga membayar rumah sakit bersalin kami sendiri. yang mana karena kelahiran anak pertama, sang istri minta rumah sakit yang agak bagus dan tentu itu berbanding lurus dengan biaya. tapi karena ada tabungan, kami jadi tidak takut untuk melahirkan di rumah sakit tersebut. sungguh saya gak nyangka rejeki saya tiba – tiba mengalir sangat deras dan lewat jalan yang gak kami sangka – sangka. sampai sekarang pun masih ada orderan konveksi yang masuk. walaupun sedikit – sedikit, lumayan untuk tambahan tabungan kami.
untuk selanjutnya kami akan berencana untuk membangun rumah. dengan gaji yang masih standart UMR dan komisi yang belum tentu ada setiap bulan, tapi entah kenapa saya percaya bahwa Tuhan akan menolong lagi. dengan cara yang tidak pernah masuk dalam akal kami, selalu ada saja pertolongan dan bantuannya. tentu selama kita masih berusaha dan selalu bijak dalam menggunakan uang kita.
